Yohanes - John - Jan - Jean - Joao Tuesday, 19 January 2010
Posted by albert in Budaya. 6 commentsWaktu saya duduk di bangku SD dulu, saya pertama kali mengenal nama2 tokoh Alkitab dalam bahasa Inggris. Yohanes - John, Petrus - Peter, Yesus - Jesus, Matius - Matthew. Mengamati kemiripan bentuk penulisan nama2 ini menarik perhatian saya. Cukup dengan melihat nama versi Inggrisnya saja, saya dapat menebak padanan nama Indonesianya … untuk sebagian besar nama. Ternyata ada juga nama yang tidak mudah saya tebak padanannya, misalnya Isaiah (yang ternyata adalah Yesaya), atau Jesse (yang ternyata adalah Isai).
Semakin lama, pengamatan saya mulai meluas, baik lingkup katanya (tidak hanya seputar nama) maupun lingkup bahasanya (tidak hanya Indonesia dan Inggris). Saya menjumpai bahwa banyak kata yang sering kita pakai ternyata mirip bentuk dan maknanya dengan kata dari bahasa lain (atau malah berasal dari bahasa lain), misalnya sepatu dan zapata (Spanyol), atau almari / lemari dan armario (Spanyol), juga tiga dan tatlo (Filipina/Tagalog) — perhatikan juga telu (Jawa).
Semakin banyak saya menjumpai kesamaan2 semacam ini, membuat saya semakin berani menebak arti kata dalam suatu bahasa yang tidak saya kenal. Développement? Rasanya tidak terlalu sulit ditebak, ini kata bahasa Prancis yang sama dengan development dalam bahasa Inggris. Pour? For
Bagaimana dengan ini:
Novembre?
Servir?
Lingua?
Documento?
Dios? Petunjuk: Theos
Texte? Texto?
Mungkin pengetahuan semacam ini tidak cukup untuk nekat melancong ke negeri dengan bahasa yang asing di telinga saya, tapi kalo untuk sekedar gaya2an ya lumayan lah
Bapak Tua dan Sepedanya Saturday, 9 January 2010
Posted by albert in Hidup. 4 comments
Hari itu, saya berada di dalam mobil yang diparkir di tepi sebuah jalan. Di depan mobil saya terparkir sebuah sepeda. Tak lama kemudian datanglah seorang bapak tua, yang ternyata adalah pemilik sepeda tersebut. Si bapak merogoh kantung celananya, dan meraih sebuah kunci. Kunci itu adalah kunci sepedanya. Jangan dibayangkan pengaman sepedanya adalah rantai bergembok sebagaimana lazimnya. Sebatang kawat, dengan ujung berbentuk lingkaran di mana gembok kecil dipasang. Setelah gembok kecil itu dibuka, kawatpun dilipat, disisipkan di jok sepedanya. Si bapak kemudian mengendarai sepedanya.
Amat pahamlah saya, bahwa sepeda itu begitu berharga bagi si bapak, sehingga sebuah pengaman disiapkan olehnya, walau sederhana. Saya terkesima, dan kemudian muncul niat untuk mengabadikan si bapak dan sepedanya, agar menjadi pengingat buat saya, untuk tidak lupa selalu mensyukuri apa yang diberikanNya kepada saya.
Terimakasih Bapak, untuk mengingatkan saya.
Class Year Saturday, 2 January 2010
Posted by albert in Lain-lain, Pendidikan. add a commentIn every Facebook personal info page, especially in education section, there is an entry field named Class Year. This entry is widely misunderstood by Indonesians. Class year is used to show the year when someone finished his/her study. See here for the explanation. This concept is not familiar here. Here in Indonesia, students usually identify themselves by the year when they started the study. Let me take myself for example. I started my study in Electrical Engineering GMU in 1997 (just remind me that it was 12 years ago, it has been quite a long time). So, people will recognize me as Albert from EE 97. People don’t care about when I finished my study. I finished my study in 2002, but people won’t recognize me as Albert from EE, the class of 02.
The effect is, many Indonesians fill that field with the year when they started the study, while some others fill that field with the year they finished their study. This is sometimes confusing.
This made me think a little bit further. Why is the concept of class year not familiar here? Is it because of the unpredictability of study duration, here in Indonesia?
What do you think?
Tak Kenal Istirahat Thursday, 31 December 2009
Posted by albert in Budaya, Hidup. add a commentBaru saja saya pulang dari pergi keluar rumah untuk beli lauk. Jalanan ramai. Jelas, orang mau merayakan tahun baru (apa hubungan merayakan tahun baru dengan jalan2 di luar rumah ya?). Warung dan restoran buka, ramai pula. Toko juga masih banyak yang buka, walau mungkin akan tutup sedikit lebih awal.
Normal.
Iya kah?
Hari2 ini, di mana seharusnya suasana libur terasa, saya merasa kesibukan di luar sana tetap berjalan seperti biasa. Warung, restoran, dan toko, buka nyaris seperti biasa. Tiada beda dengan hari2 kerja biasa. Yang terlintas di benak saya, apakah karyawan, petugas, dan bahkan mungkin pemiliknya tidak ingin rehat sejenak, setelah sepanjang tahun berkarya? Libur barang seminggu apa salahnya?
Ya ya ya, saya tahu. Saat orang lain berlibur, maka itu saat uang banyak beredar. Untuk jajan lah, untuk beli ini atau itu lah. Maka, akan menguntungkan bila toko dan warung kita dibuka dan menerima pelancong yang tidak sabar ingin menyebarkan uang mereka.
Jadi, apakah kita telah berubah menjadi manusia yang tiada lelah jiwanya? Yang tak ingin mengistirahatkan diri dan pikiran, bercengkerama dengan keluarga dan sanak saudara?
Selamat Tahun Baru 2010!
So many first times.. Tuesday, 29 December 2009
Posted by albert in Hidup, anak. add a commentEveryone has many first times in his/her life. First day of school, first love, first job, many other first times.
Now, I experience so many first times in these last days. First touch of my baby boy, first time to carry him, first time to change the diaper, first time to calm him from crying (while I still don’t know what things bother him), first time to see him smile, so many others..
Those are trully interesting (and sometimes, emotional) moments for me. I believe that there are many other first times to follow. I am happily welcoming them.