Archive for May, 2008

Sekolah

Seharusnya sekolah adalah tempat seorang manusia belajar menemukan dan mengenal diri dan lingkungannya, bukan tempat seorang manusia menghafal semua hal mengenai diri dan lingkungannya.
Seharusnya sekolah adalah tempat proses perkembangan dihargai dan terus disemangati untuk dilanjutkan, bukan tempat untuk menentukan nilai akhir, tanpa peduli pada proses yang terjadi.
Seharusnya sekolah adalah tempat seorang manusia belajar menghargai diri dan orang lain, bukan tempat untuk sekedar menghafal teori pekerti.
Seharusnya sekolah adalah tempat perbedaan dan keragaman dirayakan dan dilestarikan, bukan tempat penyeragaman pikiran dan pengetahuan.
Seharusnya sekolah adalah tempat anak manusia menikmati proses belajar dengan riang gembira, bukan tempat pemaksaan belajar.
Seharusnya sekolah adalah tempat setiap anggotanya menjadi pemenang, bukan tempat setiap anggotanya diberi nomor urut berdasarkan kekuatan daya ingat semata.

Kerja keras programmer di operator seluler

Belakangan ini, makin aneh2 aja cara operator seluler dalam mengatur tarif jasanya. Ada yang gratis setelah menit ke-x. Ada yang tarifnya beda setelah 2 menit, sampe menit ke-5, terus balik lagi, demikian seterusnya tiap 5 menitan. Ada yang kalo kita telepon sekian menit lamanya, otomatis dapet bonus pulsa untuk digunakan pada jam2 non-peak. Ada pula yang harus mendaftarkan sekian jumlah nomor yang nantinya tarif telepon ke nomor2 itu akan berbeda, lebih murah dari biasanya. Dan… lain2 lagi.

Seringkali satu operator seluler mengganti2 sistem penarifannya. Makanya saya jadi membayangkan, pasti para programmer yang kerja di operator2 seluler belakangan ini sering diminta kerja keras, nge-set rumus2 tarif.

Atau… jangan2 sistemnya sudah dibuat begitu kompletnya sehingga tiap kali ganti model tarif, settingnya gak susah. Kayak apa ya sistemnya? ‘Auk ah gelap…