Archive for the 'Lain-lain' Category

Dita Indah Sari

Barusan iseng2 browsing sana sini, eh kesasar di http://en.wikipedia.org/wiki/Working_time. Baca sekilas, eh ada nama Indonesia di situ: Dita Indah Sari. Sekalipun gak kenal, saya tahu kalo beliau ini aktivis perburuhan Indonesia. Tapi ya cuma itu aja tahunya :)Lumayan bangga juga ada nama Indonesia di situ :) 

Ya sudahlah

Membahas mengenai gak bisa ganti paragraf kemaren, setelah saya amati, ternyata yang terjadi adalah, ketika posting dipublish dan langsung kita liat tampilannya, memang tidak ada paragraf di situ. Baru kemudian setelah beberapa waktu (dalam kasus saya ini, besoknya), kita bisa liat kalo postingan kita normal adanya.

Aneh juga ya? :)

Gak bisa ganti paragraf?

Jadi bingung nih saya. Kenapa membuat paragraf aja sulit amat ya?

Ini harusnya pindah paragraf. Coba deh saya liat bisa gak….

Dari tadi nyoba gagal mulu.

Bekerja sama

Ketika selesai menonton acara Kick Andy kemarin (19/06) yang membahas perjalanan KPA 3 (Kelompok Paduan Angklung SMA 3 Bandung) bersama alat musik angklung selama 40 hari di Eropa, istri saya memberi komentar, “Memang seharusnya bangsa Indonesia itu selalu bersatu dan bekerja sama. Lha itu alat musiknya saja dirancang tidak untuk dimainkan secara individual. Mesti main barengan agar bisa menghasilkan musik yang bagus.” Dan memang benar, lagu yang dimainkan dengan angklung di acara itu terdengar sangat indah dan harmoni.

Setelah itu saya jadi berpikir lebih jauh, dan rasanya pendapat istri saya itu betul. Coba kita lihat alat musik di Indonesia ini, sepertinya kebanyakan memang dirancang untuk dimainkan secara berkelompok. Ambil contoh gamelan, dengan segala variasi bentuk dan larasnya. Tidak ada yang bisa memainkan alat musik gamelan secara individual. Orang tidak mungkin menghasilkan lagu yang utuh (gak usah indah dulu deh), hanya dengan memainkan bonang, atau saron, atau kenong, atau kethuk, atau gong, dan seterusnya. Tiap alat musik memiliki kontribusinya masing-masing di dalam sebuah lagu. Kita lihat lagi contoh yang lain, kulintang. Alat musik dari Sulawesi Utara ini memang bisa menghasilkan nada yang lengkap. Namun, jika dimainkan secara individual, musik yang dihasilkan akan terasa hampa, karena terlalu banyak jeda di antara tiap nadanya. Apakah pernah kita melihat satu lagu dimainkan oleh satu orang dengan satu kulintang saja? Angklung adalah contoh nyata yang lain.

Jadi, bangsa Indonesia, bersatulah!

Sekolah

Seharusnya sekolah adalah tempat seorang manusia belajar menemukan dan mengenal diri dan lingkungannya, bukan tempat seorang manusia menghafal semua hal mengenai diri dan lingkungannya.
Seharusnya sekolah adalah tempat proses perkembangan dihargai dan terus disemangati untuk dilanjutkan, bukan tempat untuk menentukan nilai akhir, tanpa peduli pada proses yang terjadi.
Seharusnya sekolah adalah tempat seorang manusia belajar menghargai diri dan orang lain, bukan tempat untuk sekedar menghafal teori pekerti.
Seharusnya sekolah adalah tempat perbedaan dan keragaman dirayakan dan dilestarikan, bukan tempat penyeragaman pikiran dan pengetahuan.
Seharusnya sekolah adalah tempat anak manusia menikmati proses belajar dengan riang gembira, bukan tempat pemaksaan belajar.
Seharusnya sekolah adalah tempat setiap anggotanya menjadi pemenang, bukan tempat setiap anggotanya diberi nomor urut berdasarkan kekuatan daya ingat semata.

Next Page »